Make Money with site, guarante payment

your banner here 468 x 60
your banner here 468 x 60

Kamis, 11 Desember 2008

Bagaimana Mengubah Sel Kanker Menjadi Sel Normal

Dokter Li Feng di Taiwan University Hospital pernah mengidap kanker
limpa. Orang yang menderita penyakit yg sama dengan dirinya, ada yang
sudah koma, bahkan ada yang sudah meninggal, tapi beliau justru masih
hidup dengan sehat. Rahasianya adalah: sama sekali tidak tergantung
pada pengobatan, dan setiap hari menjaga kondisi organ tubuhnya,
terutama sel - sel tubuhnya. Oleh karena itu, harus hidup dengan
bahagia, mengkonsumsi makanan yang hambar (sederhana), hidup dgn
teratur, tidur lebih awal dan bangun lebih pagi, dan secara teratur
melakukan meditasi dan olahraga.

Dua motto hidupnya yang terkenal adalah :
"Di saat orang bahagia, sel tubuh sangat sempurna, seperti anak muda
yang berusia 18 tahun; di saat orang marah, sel tubuh akan
berubah menjadi seperti orang tua yang berusia 80 tahun, lusuh dan
mengkerut!"
"Jangan menyiksa sel tubuh kita sendiri; makan berlebihan dan bergadang
atau tidak tidur, adalah penyiksaan terhadap sel tubuh!"

Orang2 yg suka bergadang di kotabesar umumnya baru mulai tidur jam 4
pagi, Dokter Li Feng justru sudah bangun. Terlebih dulu meminum segelas
air putih, lalu mulai bermeditasi, berolahraga. Setelah makan semangkok
bubur 5 jenis padi - padian, jam 7 pagi ia berangkat kerja; setiap
malam jam 8 di saat orang kantoran masih sibuk lembur, Dokter Li Feng
sudah mulai bermeditasi, dan jam 9 malam waktunya beliau tidur.
Makanannya sangat sederhana dan hambar, siang hari makan sayur dan nasi
yang dimasak
sendiri, makan malam hanya mengkonsumsi sebanyak 1/2 atau 1/3 porsi di
siang hari, makanannya sehari - hari adalah sayur - sayuran ditambah
dengan padi - padian.

Sulit dibayangkan bahwa 30 tahun yang lalu Dokter Li pernah mengidap
kanker limpa, para dokter kanker yang dulu mengobatinya bahkan ada yang
telah meninggal dunia, Dokter Li bahkan masih hidup sehat hingga saat
ini. Jika ditanya mengapa, mungkin jawaban yang tepat adalah :
Beliau sekarang hidup dengan "sangat menghargai/menghormati sel
tubuhnya".

Selama 30 tahun ini, dalam pekerjaannya, Dokter Li melihat hidup mati
dan tumbuh kembang sel tubuh manusia lewat mikroskop. Beliau berkata,
pada saat orang bahagia, sel tubuh akan semakin sempurna dan bulat,
seperti anak muda usia 18 tahun; saat kita marah, sel tubuh akan
berubah seperti orang Usia 80 tahun, keriput dan menyusut. Lagi pula,
sel tubuh yang sehat dengan sel tubuh yang sakit sama sekali berlainan,
"sel kanker bentuknya tidak beraturan". Beliau berkata, semakin
memahami sel tubuh, semakin dirinya merasa malu karena dulunya pernah
memperlakukan sel tubuh dgn tidak baik, hingga akhirnya beliau belajar
untuk "menghargai sel tubuh", tubuhnya baru perlahan - lahan membaik.
Karena telah hidup bersama dengan sel kanker selama 30 tahun, banyak
orang yang datang kepadanya untuk bertukar pengalaman.

Yang dimaksud dgn "menciptakan lingkungan yang baik untuk sel tubuh"
sesungguhnya adalah hal yang sudah sering dibicarakan para orang tua
--- yakni : Hidup dengan teratur, makan makanan yang sederhana dan
hambar, serta berolah raga.

Dengan lever (hepar) sebagai contoh, mengapa setiap hari pukul 11
malam kita diharuskan untuk tidur? Sebab pukul 11 malam hingga pukul 3
dinihari adalah waktu bekerjanya bagi sistem peredaran darah di hati
untuk membuang racun. Dalam keadaan tidur tersebut, tubuh terbaring
sempurna, hati akan gepeng merata, sehingga akan dipenuhi dgn darah.
Pada waktu itu, hati akan membesar hingga 2 - 3 kali ukuran di saat
normal. Jika di malam hari pukul 11 masih tetap duduk atau berdiri,
beliau mengatakan, "maka hati akan seperti hati ternak yg dijual di
pasar, tidak mengandung cukup darah."

Contoh lain: paru - paru. Paru - paru dapat menampung oksigen sebanyak
6.000 mili kubik udara, namun pada saat duduk di kursi, setiap kali
bernafas oksigen yang masuk hanya 1/2 liter saja, berarti cuma
seperduabelas kapasitas paru - paru yang terpakai. Manusia masa kini
setiap hari hidup dengan duduk di kantor, naik kendaraan, naik lift,
dgn kapasitas bernafas hanya sekitar 500 mili - 1 liter saja, sisa
kapasitas paru – paru yang ada hanya sebagai cadangan saja. Li Feng
berkata, "Ibarat seseorang yang memiliki 12 buah ruangan di rumahnya,
tapi karena setiap hari sibuk dgn pekerjaan di luar rumah, begitu
pulang ke rumah, yang digunakan hanya satu ruangan saja yaitu ruang
tidur." Jika hendak memanfaatkan setiap rongga di dalam paru - paru,
satu - satunya cara adalah berolah raga. Sebab
di saat olahraga keras otot - otot tubuh akan menghabiskan jauh lebih
banyak oksigen dari pada kemampuan suplai oksigen yang dimiliki paru -
paru, kecepatan bernafas setiap menit akan bertambah 1 kali lipat, dan
setiap kali menarik nafas udara yang tersedot ke dalam paru - paru
akan bertambah 5 kali lipat, selain itu bernafas dalam2 juga dapat
menyebabkan udara memenuhi setiap rongga paru - paru yang biasanya
tidak pernah terisi udara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar