Make Money with site, guarante payment

your banner here 468 x 60
your banner here 468 x 60

Selasa, 16 Desember 2008

Treat him like a man

Tadi pagi saya mengikuti kelas training tentang TQM di perusahaan tempat saya kerja. Kelas trainingnya lumayan asyik. Walaupun materi ini sebenarnya sudah pernah didapat dalam kuliah dulu..yah intinya sih tentang manejemen dalam improvement perusahan.
 
OOps..maksud saya di sini bukanlah bercerita tentang training tadi, tapi dsini mau menceritakan mengenai suatu pertanyaan yang menarik perhatian saya..mungkin sih kalau didengar pertanyaannya biasa atau mungkin juga aneh bagi orang lain. "apa perbedaan robot dan robert?"tanya pak Bambang (trainer kami). yang satu mati yang satu hidup....yaps betul.

Faktor inilah yang penting.
Robot : 
-Robot tidak pernah mengeluh, dia terus bekerja sepanjang sistem en komponennya nya masih   bagus (unlimited capacity and capabilty)
-memberikan output yang 98% sesuai dengan keinginan user asalkan input yang diberikan benar (suit with wanted 
user)
- Dia tidak peduli sekalipun kita mengomel mengenai kinerja dia yang tidak sesuai harapan, so kinerja dan produktivitasnya tidak berpengaruh (haven't feeling, emotion)

Robert :
- limited capacity and capability
- Not always his output suit with wanted user 
- have feeling, emotion and dignity.

Terkadang orang yang satu sering memperlakukan orang yang lain layaknya seorang robot. Menuntut banyak hal, kesempurnaan, output yang banyak, dll. Kesalahan dan ketidaksesuaian akan berujung pada omelan dan makian. Dan inilah yang terkadang ga disadari bahwa kata-kata 
omelan, makian seperti "stupid, bodoh, "otakmu taruh dimana?", "lelet abnget sih", "masa gini aja ga bisa" sangat berpengaruh dalam perkembangan si otak penerima. Bila Kata-kata seperti 
ini sering diterima, disave dan ini menjadi input baru dalam perkembangan kepribadian mereka (dalam bahasa psikologinya) ,Merasa bodoh, kinerja ga bagus, bandal, tidak mempunyai kemampuan. karena dalam mind set mereka yah seperti itulah diri mereka. Hal ini mungkin sering kita ketemui dalam lingkungan perusahaan (atasan terhadap bawahan) dan dalam lingkungan keluarga (ayah/ibu terhadap anak, kakak/abang terhadap adiknya).

Mungkin diantara kita pernah mengeluarkan kata-kata seperti ini dan mungkin juga jadi korban nya, yah misalnya waktu kita masih kecil. Pasti kita memang tidak suka mendengarnya, terasa sakit dan sering timbul dalam pikiran kita "apa kita memang seperti itu ya". Sedangkan kalau ini terjadi dalam lingkungan perusahaan, ini bisa berpengaruh pada penurunan produktivitas orang tersebut.

so buat kita semua, para orang tua/calon, kakak/abang, pemimpin mari kita memperlakukan sesama kita layakna manusia, karena mnusia itu mempunyai harga diri, perasaan dan emosi.. Apa yang telah keluar dari mulutmu, tidak akan pernah bisa ditarik kembali. Kata-kata menyakitkan hanya akan menimbulkan luka bagi seseorang..Sekalipu n kamu berusaha untuk menyembukankan luka orang tersebut, tetep aja masih ada bekasnya..Layaknya kapas yang kamu sebarkan dijalanan, dan kamu disuruh untuk memungutnya kembali, maka kamu tidak akan pernah mendapatkan jalan yang seperti dulu..
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar